Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto mengungkap kembali kisah dukungan Amerika Serikat terhadap Indonesia sejak masa perjuangan kemerdekaan. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Gala Iftar Dinner Business Summit di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu malam waktu setempat.
Di hadapan para tamu undangan, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak melupakan peran penting AS pada periode 1945 sampai 1949, ketika bangsa ini berjuang lepas dari kolonialisme. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi fondasi moral yang kuat dalam hubungan kedua negara hingga hari ini.
"Saat itu, kami sedang memperjuangkan perang kemerdekaan untuk membebaskan diri dari kolonialisme Belanda dan AS sangat berperan dalam mendukung kami. Sepanjang sejarah awal bangsa, kami selalu melihat Amerika Serikat membantu kami di masa-masa kritis," kata Prabowo dalam rekaman suara yang diterima di Jakarta, Kamis.
Prabowo juga menyinggung posisi politik luar negeri Indonesia yang menganut prinsip non-blok. Meski begitu, ia menegaskan bahwa sikap tersebut tidak pernah mengurangi komitmen Indonesia untuk tetap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat maupun negara besar lainnya.
Ia menyebut Indonesia selalu berupaya menghormati semua kekuatan global dan mengambil peran sebagai jembatan serta penengah yang jujur di tengah dinamika dunia.
Bagi Prabowo, dukungan historis AS itu menjadi pelajaran penting bagi generasi muda agar tidak melupakan pihak yang hadir di masa-masa sulit.
"Memang ada teman yang hanya ada saat semuanya berjalan baik, dalam istilah Anda disebut 'fair-weather friends'. Namun hal ini menunjukkan betapa tuanya saya, karena saya masih mengingat masa-masa sulit itu," kata Prabowo.
Dari fondasi sejarah tersebut, Prabowo optimistis hubungan Indonesia dan Amerika Serikat akan terus menguat, terutama menjelang rencana penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik atau agreement on reciprocal trade. Proses negosiasi perjanjian ini sendiri sudah berjalan sejak 2025.
Ia berharap kesepakatan itu bisa menjadi penggerak utama kerja sama ekonomi kedua negara. Menurutnya, berbagai kesepakatan penting juga telah tercapai, baik di level pemerintah maupun dunia usaha, termasuk yang berkaitan dengan isu keseimbangan perdagangan.
"Saya menantikan perjanjian perdagangan ini sebagai dorongan besar bagi kelanjutan kemitraan ekonomi dan kerja sama ekonomi antara Amerika Serikat dan Indonesia,” ungkapnya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026